Berita
Berita Seputar

Berlangganan berita terbaru kita!

Investasi Bagi Millennial Dengan Pendapatan Pas-pasan




Berbicara mengenai millennial, pasti erat kaitannya dengan hal-hal negatif. Saya sendiri sebenarnya kesal dengan cap jelek yang melekat pada generasi ini. Tapi biarkanlah hal tersebut menjadi cerita yang lain. Baiklah, sekarang mari menuju bagian dari artikel yang ingin saya sampaikan ini. Investasi dan literasi keuangan bagi kalangan millennial merupakan salah satu hal yang susah dilakukan.

Kebanyakan kaum millennial akan asing dengan "reksadana" atau "dana indeks" atau "akun pasar uang.” Namun, terminologi ini bisa menyelamatkan dari kesengsaraan jika dipelajari dan tentunya diaplikasikan di kehidupan nyata. Kopi seharga Rp 50 ribu akan berubah menjadi kopi seharga Rp 300 ribu berkat pembayaran bunga pada kartu kredit.

Kebanyakan ahli keuangan akan dengan cepat menunjukkan bahwa kaum millennial berada dalam posisi sempurna untuk menanggung banyak risiko di pasar saham. Dengan bermain di pasar saham, uang akan bekerja secara pasif dan tumbuh. Secara teori, ini benar dan sempurna. Namun, hidup tidak sempurna dan teori ini sangat susah dijelaskan kepada seseorang yang baru saja selesai kuliah dan memulai karir. 

Millennial menghasilkan uang untuk pertama kalinya dalam hidup mereka, tapi mereka juga membayar uang kos mereka sendiri dan berbagai tagihan lainnya. Tambahkan kenyataan bahwa kaum ini ingin menikmati hidup sehingga masa pensiun hampir berada dalam prioritas terbawah dalam hal prioritas keuangan

Dalam mengelola keuangan, jawabannya pasti tergantung dalam skala prioritas dan apa yang dipunya. Meski pun begitu, ada empat area fokus utama untuk millennial dalam hal mengelola keuangan. Ini 4 area terssebut.

1. Saat ini: Menghabiskan uang.

2. Di masa depan terdekat: Traveling, menikah, bersenang-senang.

3. Dalam dekade berikutnya: Membayar hutang rumah atau cicilan lainnya.

4. Masa depan: Tabungan pensiun.

Memulai investasi keuangan sangat sulit saat ini bagi millennial karena butuh beberapa waktu untuk melihat hasil sebenarnya. Hal ini berlaku untuk pembayaran hutang, tabungan, portofolio pensiun dan pendapatan. Untuk menjembatani kesenjangan antara sekarang dan tujuan akhir, inilah beberapa saran bagi mereka yang baru memulai:

Standarnya, setiap millennial mempunyai tabungan darurat dalam durasi 3-6 bulan, namun hal ini juga masih terlalu sulit untuk yang baru memulai karir. Langkah pertama yang sederhana adalah menabung setiap bulan dalam rekening tabungan untuk biaya yang tak terduga.

Langkah selanjutnya adalah mempunyai rencana ketika Anda mendapat bonus atau pekerjaan sampingan. Untuk mengatasi dorongan arus kas yang tak terduga adalah memecahnya dalam beberapa bagian seperti aturan sepertiga. Sepertiga dari uang itu dapat digunakan untuk berbelanja yang Anda inginkan, sepertiga dari uang itu digunakan untuk pembayaran hutang atau mengganti tabungan darurat yang terpakai dan sepertiga lainnya diinvestasikan untuk masa pensiun.

Beberapa perusahaan menawarkan Jamsostek (Jaminan Sosial Tenaga Kerja) atau bahkan DPLK (Dana Pensiun Lembaga Keuangan). Jika Anda tidak tahu apa yang harus diinvestasikan, cukup pilih dana pensiun yang mendekati target usia pensiun potensial Anda. Anda selalu bisa lebih spesifik dengan strategi investasi Anda ke depannya.

Selalu fokus pada 'mengapa' untuk semua rencana keuangan Anda. Anda bisa mencoba untuk memikirkan kebebasan financial untuk melakukan pekerjaan apa pun yang Anda inginkan di masa depan, tidak ada hutang kartu kredit bila ada kepentingan mendadak, dan Anda bisa traveling karena dengan tetap mempertahankan standar hidup tanpa harus bersusah menghemat.

Namun, lagi-lagi, setiap rencana keuangan harus disesuaikan dengan kemampuan dan pendapatan. Tidak ada pakem resmi dalam hal ini. Yang bisa dilakukan adalah dengan memperkaya diri lewat kelas atau artikel-artikel keuangan, dan memilih yang sesuai dengan kemampuan Anda.


Like